Friday, August 29, 2014

Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai Jual

Jakarta, Kemdikbud --- Belum lagi acara dibuka, ruang pamer tim dari SMP Terbuka 1 Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, telah ramai dikunjungi penonton pameran yang mayoritas adalah pegawai Kemdikbud. Berbagai karya cantik dan unik seperti cermin, vas bunga,  kaligrafi, hingga tempat tisu, disukai oleh pengunjung. Tak sedikit yang langsung membayar barang-barang tersebut dan baru diambil ketika acara pembukaan selesai.
Ketiga siswa yang membuat barang-barang unik tersebut terlihat sibuk melayani pengunjung. Sambil menjelaskan model dan cara membuatnya, sesekali mereka menyodorkan buku tamu untuk diisi pengunjung. Ngatimin, guru Pembina yang membimbing anak-anak kreatif ini juga dengan ramah dan lugas bercerita tentang anak-anak didiknya.

Untuk membuat kerajinan yang dipajang di Lomojari ini, Ngatimin mengatakan ia dan anak didiknya mencari ranting kayu jati dan kulit kayu manis yang masih banyak tumbuh di Batang. Dari empunya kebun jati, biasanya ia akan mengeluarkan modal Rp400.000 untuk membeli ranting jati sebanyak setengah truk. “Paling besar Rp800.000 untuk satu truk. Modal yang relatif kecil untuk hasil yang menguntungkan,” katanya saat diwawancarai di lokasi pameran Lomojari, di Kantor Kemdikbud, awal minggu ini.

Dari ranting dan kayu limbah ini, kata Ngatimin, akan diolah menjadi berbagai barang. Biasanya, barang yang dibuat oleh siswa-siswa ini modelnya sesuai dengan perencanaan tahun pelajaran. Seperti tahun lalu misalnya, selama satu tahun siswa belajar untuk membuat hiasan kuda lumping. Mulai dari belajar mengenal pola, memotong ranting, hingga finishing. Hasilnya, akan masuk galeri yang bekerja sama dengan SMP Terbuka 1 Bawang.

Tahun lalu pula, sekolah yang menampung anak-anak dari desa di atas bukit di Kabupaten Batang ini keluar sebagai juara dalam lomba motivasi belajar mandiri (Lomojari) SMP Terbuka yang diselenggarakan di kantor Kemdikbud Jakarta. Dan lebih mengesankan, anak-anak SMP ini kembali mengukuhkan diri sebagai juara pertama untuk rumpun keterampilan kriya kayu, kriya logam, dan anyaman di Lomojari 2014.

Dengan keberhasilan ini, Ngatimin memiliki cara sendiri ketika menghadiahi anak didiknya. Bukan uang, ia justru mengalokasikan hadiah yang didapat dari Kemdikbud maupun dari pemda untuk dibelikan alat berat yang dipakai untuk membuat kriya tersebut. Dengan modal ini, anak-anak bisa lebih mengembangkan bakat dan kreasinya serta menghasilkan uang dari karyanya. “Kalau diberi uang, takutnya mereka salah mengelola dan akhirnya habis sia-sia. Makanya saya inisiatif beliin alat,” katanya.

Ngatimin, guru keterampilan di SMA Terbuka 1 Bawang pernah menerapkan ilmunya di berbagai tempat. Dengan latar belakang pendidikan kejuruan, ia berkarir menjadi guru SMK di Aceh, Bengkulu, dan Lampung. Tak hanya itu, pria lulusan IKIP Yogyakarta ini berhasil membuat diorama di museum Bengkulu. Ketika mendapat penugasan kembali ke Pulau Jawa, Ngatimin tidak berhasil menemukan SMK di Bawang. Itu sebabnya, dia memilih SMP Terbuka untuk mendedikasikan ilmunya. (Aline Rogeleonick)


View the original article here

Undangan Finalisasi Materi Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013 SMK

UNDANGAN FINALISASI MATERI PELATIHAN PENDAMPINGAN KURIKULUM 2013 SMK

Ditulis oleh admin

Undangan dapat diunduh >>DI SINI<<

2014-08-29 05:58:37 [ hits 66 ]

View the original article here