Sunday, July 13, 2014

700 Guru Bahasa Indonesia di Lampung Ikuti Penguatan Kompetensi untuk Implementasi Kurikulum 2013

Lampung, Kemdikbud --- Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud menyelenggarakan Kegiatan Penguatan Kompetensi Profesional dan Pedagogis Guru Bahasa Indonesia SMP dan SMA/SMK dalam Rangka Mendukung Implementasi Kurikulum 2013. Kegiatan yang berlangsung di Lampung tersebut berjalan dengan sukses, terlihat dari antusiasme peserta yang sangat tinggi. Jumlah peserta mencapai 700 guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik) Musliar Kasim. Dalam sambutannya Musliar mengatakan bahwa Kurikulum 2013 sangat berbeda dari kurikulum sebelumnya. Perbedaan mendasar terletak pada peran siswa yang lebih mendominasi di dalam praktik pembelajaran di kelas (student centered learning).

“Jika dahulu guru lebih banyak bertanya kepada siswa, paradigmanya sekarang diubah. Siswa terlibat aktif. Contohnya saja, kalau dulu kelas gaduh itu tanda guru tidak berada di kelas, sekarang, kelas ramai itu menandakan pembelajaran tengah berlangsung,” ujarnya saat pembukaan kegiatan di Bandarlampung, (05/07/2014).

Kurikulum 2013 ini juga, lanjutnya, meringankan beban guru karena pemerintah telah menyiapkan buku panduan dan silabus. Selain itu, dari sisi materi, guru tidak perlu menyampaikan materi yang terlalu banyak. Bahkan, dalam satu pertemuan dimungkinkan guru hanya membahas dua atau tiga halaman dalam buku ajar.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, Mahsun, mengungkapkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran, proses berpikir sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis merupakan ciri-ciri pendekatan ilmiah atau saintifik. Dikatakan saintifik karena teks disususun berdasarkan data, fakta, dan informasi. “Tidak ada satu jenis teks yang dihasilkan tanpa data. Setelah ada data, data tersebut harus diolah dan disajikan atau dikomunikasikan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung tanggal 5—8 Juli 2014 di Hotel Novotel, Bandarlampung. Tingginya antusiasme peserta juga terlihat dari tanggapan para peserta. Misalnya Syarif Hidayatullah, guru SMPN 2 Sekincau Lampung Barat, mengungkapkan bahwa pelatihan kurikulum ini sangat bermanfaat bagi terlaksananya Kurikulum 2013 di sekolahnya. Ia mengakui materi yang diberikan lebih jelas dan detail terkait dengan teks. “Contoh-contoh tentang kata, kalimat, dan wacana sangat lengkap. Ini berbeda dari pelatihan kurikulum 2013 yang saya ikuti sebelumnya,” ujarnya seraya mengaku optimis mampu menerapkan ilmu yang didapat.

Sedangkan Yokebed T, guru SMP Gula Putih Mataram, Lampung Tengah, sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini karena belum pernah sekali pun menjadi peserta pelatihan kurikulum 2013. Ia mengatakan akan menyampaikan pengetahuan yang didapat kepada siswa. “Mengikuti kegiatan ini merupakan peristiwa yang langka bagi saya. Saya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan hingga menyentuh ke pelosok daerah,” katanya. (Desliana Maulipaksi/ Sumber: www.badanbahasa.kemdikbud.go.id)

Penulis: octa vinsu Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Bahasa / Ikuti / Implementasi / Indonesia / Kompetensi / Kurikulum / Lampung / Penguatan / untuk dengan judul "700 Guru Bahasa Indonesia di Lampung Ikuti Penguatan Kompetensi untuk Implementasi Kurikulum 2013".http://soal2online.blogspot.com/2014/07/700-guru-bahasa-indonesia-di-lampung.html.

ARTIKEL TERKAIT: