Wednesday, July 16, 2014

Kesalahan Terletak Pada Guru, Bukan Murid

By Atfan Hidayat on Jul 16, 2014

Dalam film The Karate Kid arahan sutradara Harald Zwart, tokoh bernama Mr. Han yang diperankan oleh Jackie Chan dalam suatu adegan pernah mengatakan, “Bukan muridnya yang buruk, tapi gurunya yang buruk“. Ungkapan dari film yang dirilis tahun 2010 tersebut sepertinya dapat sedikit mematahkan pendapat bahwa jeleknya kualitas lulusan pendidikan formal di Indonesia akhir-akhir ini adalah karena para peserta didiknya yang malas dan semacamnya.


Rendahnya mutu lulusan sekolah maupun perguruan tinggi di negeri ini selain karena sistem dan sarananya yang terkadang kurang baik, faktor terbesar lainnya adalah terletak pada guru yang mendidik, bukan peserta didik. Kualitas mayoritas guru Indonesia saat ini dianggap masih jauh dari standar. Data tahun 2012 menyebutkan bahwa dari 2,92 juta jumlah guru, hampir setengahnya belum berpendidikan S-1. Selain itu, masih ada sekitar 29,5% dari mereka yang belum memenuhi syarat sertifikasi yang menunjukkan seorang guru disebut profesional.


Selain masalah-masalah di atas, hal lain yang perlu dikritisi dari para guru Indonesia adalah soal alasan mereka berkarir di dunia pendidikan. Masih banyak pengajar Indonesia yang menjadi guru hanya sekadar sebagai profesi saja, tidak lebih. Orientasi utama mereka hanyalah bekerja dan mendapatkan uang (gaji) semata. Padahal guru selain dituntut cerdas dalam penguasaan materi ilmu pengetahuan juga harus punya “maksud” lain di samping mendapatkan uang. Ketulusan hati serta niat untuk memajukan bangsa lewat pendidikan seharusnya menjadi modal utama guru, bukan sekadar penguasaan materi semata. Sejatinya tidak ada murid yang bodoh jika gurunya peduli.


Semua orang butuh uang, termasuk seorang guru. Namun jika menjadi guru hanya dengan alasan uang atau atribut gelar semata tentu akan sangat percuma. Tidak ada impact yang berarti selain pergi pagi lalu pulang sore yang dimulai dari Senin hingga Jumat. Alasan untuk menjadi pendidik harus diubah oleh para calon guru. Para guru bukan hanya bertugas menyampaikan materi yang susah saja. Bukan juga mengharuskan siswanya duduk di kelas selama belasan ribu jam untuk mendapatkan ijazah.


Guru harus benar-benar peduli dan memahami kebutuhan anak didiknya. Mereka juga harus mampu beradaptasi dengan siswa yang diajarnya. Sebagus apapun materi yang diketahui jika tidak bisa disampaikan karena metode penyampaiannya yang buruk tentu juga akan sia-sia. Kepedulian terhadap siswa yang diamanatkan oleh para orang tua serta niatan untuk membuat bangsa Indonesia lebih baik lewat bangku-bangku sekolah akan menghasilkan output yang lebih optimal.


Memang tidak semua guru Indonesia saat ini money oriented (berorientasi pada uang). Sangat salah jika berpendapat seperti itu. Masih banyak orang berhati tulus yang menjadikan profesi guru sebagai sarana atau alat untuk memajukan Indonesia. Mereka sadar bahwa gaji yang didapat tidak seberapa jika dibandingkan dengan impact yang akan dihasilkan jika melahirkan lulusan-lulusan terbaik.


Namun akan semakin salah jika sudah puas dengan kualitas guru-guru saat ini. Data lain menyebutkan bahwa anggaran pendidikan untuk tunjangan profesi guru pada tahun 2014 ini sebesar Rp 60,5 triliun atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013 yang hanya Rp 43,1 triliun. Secara prinsip ekonomi, pendapatan guru yang semakin lama semakin membaik otomatis akan membuat profesi tersebut lebih banyak diminati. Dari satu sisi fakta tersebut tentu sangat baik. Namun jika hanya mengalami peningkatan dari segi kuantitas saja bukan kualitasnya, tentu tidak akan berdampak baik bagi dunia pendidikan Indonesia.


Sumber referensi:


Kompas.com


Wikipedia.org


Antaranews.com

Author: Atfan Hidayat


View the original article here

Penulis: Unknown Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori bukan / Kesalahan / Murid / Terletak dengan judul "Kesalahan Terletak Pada Guru, Bukan Murid".http://soal2online.blogspot.com/2014/07/kesalahan-terletak-pada-guru-bukan-murid.html.

ARTIKEL TERKAIT: