Thursday, July 10, 2014

Memberi Tidak Selalu dengan Uang

By Atfan Hidayat on Jul 6, 2014

Banyak yang berpendapat bahwa baru bisa dikatakan “memberi” jika sudah memberikan sejumlah uang atau fasilitas tertentu kepada orang lain yang membutuhkan. Namun ternyata memberi bantuan atau pertolongan kepada yang membutuhkan itu tidak harus selalu berupa uang atau benda saja, melainkan juga bisa berupa ide, tenaga, waktu, pemikiran, ilmu pengetahuan, hingga darah (donor).


Bahkan bantuan selain uang dan benda tersebut dalam beberapa kesempatan malah terkadang lebih dibutuhkan. Dalam bukunya yang berjudul Screw Business as Usual, Sir Richard Branson juga menuliskan mengenai pemberian bantuan. “Sudah terlalu lama kita berusaha menyelesaikan masalah-masalah dunia dengan menggelontorkan miliaran dolar. Walaupun dari dulu hingga sekarang bantuan tersebut mutlak diperlukan untuk mengakhiri penderitaan di saat-saat darurat”.


Memang tidak ada yang salah dengan memberi bantuan berupa uang atau sejenisnya. Namun pemikiran yang menyatakan bahwa berbagi hanya bisa dengan uang saja yang harus diubah seperti ungkapan Sir Richard Branson di atas. Alasannya, uang tidak selalu bisa menyelesaikan permasalahan.


Misalnya dalam kasus kurangnya tenaga pengajar di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Uang hampir tidak bisa berbicara dalam masalah tersebut. Dari kasus tersebut yang paling dibutuhkan adalah tenaga pendidik yang tulus dan ikhlas membantu dengan bersedia mengajar di sana. Hampir bisa dipastikan bahwa tidak semua orang mau mengajar di sana meskipun mendapatkan imbalan uang dengan nominal yang cukup besar. Bantuan berupa tenaga, waktu, serta ilmu pengetahuan yang lebih dibutuhkan dalam kasus ini daripada uang.


Anies Rasyid Baswedan, Ph.D., Rektor Universitas Paramadina dalam suatu kesempatan juga pernah mengungkapkan bahwa kehadiran merupakan bentuk bantuan yang paling berharga karena lebih sulit diberikan daripada uang. Memang benar adanya pernyataan penggagas gerakan Indonesia Mengajar tersebut jika dikorelasikan dengan kondisi tanah air kita sekarang ini.


Banyak sekali permasalahan di negeri ini yang tidak bisa diselesaikan dengan uang semata. Butuh lebih dari sekedar uang untuk memberikan manfaat yang lebih kompleks dan mendalam. Memahami esensi dan alasan dari memberi adalah salah satu cara terbaik untuk memberikan manfaat kepada yang benar-benar membutuhkan dan pantas diberi bantuan.


Salah satu contoh yang paling sering dibicarakan mengenai memberi adalah kisah dari Sergey Brin dan Larry Page, pendiri Google Inc. Mereka berdua memang tidak memberikan sesuatu secara langsung kepada siapa pun. Namun ide dan mimpi mereka untuk menyebarkan semua pengetahuan yang ada di dunia ini membuat begitu banyak perubahan positif yang terjadi. Dua orang asal Amerika Serikat tersebut membuat semua orang di belahan dunia mana pun bisa mendapatkan dan mencari segala informasi yang dibutuhkan asalkan ada koneksi internet. Dengan segala kemampuan dan ketulusan hati yang dimiliki Brin dan Page, keinginan mereka untuk mempermudah kehidupan manusia patut dijadikan contoh.


Bantuan selain uang atau benda, di samping lebih sering dibutuhkan juga dirasa lebih lama dan lebih banyak manfaatnya seperti contoh Sergey Brin dan Larry Page di atas. Pepatah Cina kuno juga mengatakan, “Jangan memberi ikan jika ingin mereka bisa terus makan, tetapi berilah kail dan ajari mereka cara memancing”. Pepatah tersebut tentu sangat cocok jika dipakai sebagai acuan dalam berbagi. Dengan kata lain, lebih baik ajari cara mendapatkan sesuatu yang mereka butuhkan dibanding langsung memberi sesuatu yang mereka butuhkan. Cara menolong dan berbagi seperti itu akan lebih lama dan lebih luas manfaatnya.


Sumber referensi:
Branson, Sir Richard. 2011. Screw Business as Usual
Boen, Billy. 2012. Young On Top – New Edition : 35 Kunci Sukses di Usia Muda
pustakaindonesia.org

Author: Atfan Hidayat


View the original article here

Penulis: octa vinsu Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan / Memberi / Selalu / Tidak dengan judul "Memberi Tidak Selalu dengan Uang".http://soal2online.blogspot.com/2014/07/memberi-tidak-selalu-dengan-uang.html.

ARTIKEL TERKAIT: