Monday, July 14, 2014

Mengenal Dekat Serba- Serbi IELTS dan TOEFL IBT

By Lunyka Adelina on Jul 13, 2014

Dalam memburu kesempatan bersekolah di luar negeri pelamar biasanya disyaratkan untuk memiliki sertifikat kemampuan berbahasa Inggris dengan nilai (score) tinggi. IELTS (International English Language Testing System) dan TOEFL IBT (Test of English as a Foreign Language Internet Based Test) adalah dua tes yang sudah diakui secara internasional untuk memenuhi persyaratan tersebut.


Sebelum menentukan jenis tes yang cocok, ada baiknya kita memahami perbedaan antara IELTS dan TOEFL IBT sehingga nantinya dapat belajar maksimal dan tidak merasa salah pilih.


Secara umum, TOEFL IBT dalam semua sesinya (listening, reading, writing dan speaking) akan “memaksa” peserta (test taker) berhadapan dengan komputer selama setidaknya empat jam dan menjawab semua soal langsung di komputer yang terhubung secara online yang akan langsung mentransfer semua jawaban dan rekaman suara ke ETS (penyelenggara resmi tes TOEFL IBT). Peserta diperbolehkan mencatat pada kertas yang sudah disediakan.


Sedangkan pada IELTS khususnya sesi listening, reading, dan writing, kita akan mengerjakan semuanya di lembar jawaban tertulis untuk menjawab soal-soalnya yang juga tersaji di lembaran kertas. Sementara sesi speaking-nya, kita langsung berhadapan dengan penguji (examiner) asli dari luar negeri yang sudah bersertifikat dan di bawah sumpah untuk objektif dalam menilai speaking performance setiap test taker.


Poin-poin berikut adalah perbedaan spesifik antara IELTS dan TOEFL:
1. Listening IBT TOEFL: Kita akan mendengarkan rekaman percakapan (conversation) melalui earphone. Besar kecilnya volume tidak bisa disesuaikan dengan kemauan kita. Logat yang terdapat pada setiap percakapan biasanya adalah Amerika. Selain itu, dibutuhkan kecepatan untuk mencatat poin-poin penting dari semua percakapan sebelum menjawab soal pilihan ganda berjumlah 39-40 langsung di komputer. Seluruh sesi ini berlangsung 60-90 menit.


Listening IELTS: Dalam tes ini, kita akan mendengarkan rekaman percakapan melalui pengeras suara (audio-speaker). Biasanya pengawas tes menanyakan volume audio sudah cukup terdengar bagi semua peserta atau belum. Tidak hanya menggunakan satu pengeras suara (audio speaker), dalam satu ruangan tes biasanya ditempatkan paling tidak dua audio speaker. Logat-logat yang tersaji lebih heterogen, yaitu British, Amerika atau bahkan Asia seperti Japang dan India. 40 soal pada sesi ini memiliki tipe berbeda yaitu pilihan ganda, mencocokkan suatu statement dengan statement lainnya, dan mengisi titik-titik dalam sebuah kalimat. Kita diperbolehkan mencatat jawabannya di lembar soal. Selama audio conversation berdurasi 30 menit berjalan kita tidak diperbolehkan menulis jawaban di lembar jawaban khusus karena akan diberi waktu tersendiri selama 10 menit untuk mengerjakannya.


2. Reading TOEFL IBT: Sesi ini menuntut peserta menyelesaikan 35-36 soal pilihan ganda yang berhubungan dengan setidaknya empat artikel (reading passage) dalam waktu 60-80 menit.


Reading IELTS: Dalam sesi, terdapat 3 reading passage. 40 soal yang ada terbagi menjadi tipe soal pilihan ganda, soal pertanyaan (tanpa pilihan ganda), melengkapi titik-titik pada suatu paragraf ringkasan dengan kata-kata yang ada di dalam teks (terkadang ada kotak yang memuat persamaan katanya), menentukan apakah sebuah kalimat adalah TRUE, FALSE, atau NOT GIVEN alias tidak pernah disebutkan dalam teks, serta mencocokkan ide setiap paragraf dari sebuah teks dengan pilihan yang sudah disediakan. Kita bebas membuat catatan pada lembar soal. Meskipun diberi waktu 1 jam untuk mengerjakan semua soal, jawaban harus segera ditulis ke lembar jawaban (tidak ada waktu khusus seperti di tes listening IELTS).


3. Writing TOEFL IBT: Kita akan disajikan sebuah artikel pendek dan rekaman percakapan tentang suatu topik. Dalam sesi ini, dalam waktu kurang lebih 50 menit kita harus sekaligus membaca artikel, mendengar percakapan, persiapan (preparation) (yang dimaksudkan di sini adalah mencatat), serta mengetik jawaban untuk dua soal yang berbeda terkait artikel dan rekaman percakapan. Semua soal mengharuskan kita menampilkan contoh dan alasan spesifik untuk setiap jawaban. Masing-masing jawaban harus memenuhi ketentuan minimal 150-225 kata.


Writing IELTS: Sesi yang berdurasi 60 menit ini akan menampilkan dua pertanyaan yang terbagi menjadi task 1 dan task 2. Dianjurkan task 1 dikerjakan dalam waktu 20 menit dan task 2 dikerjakan 40 menit karena bobot nilai task dua lebih besar. Pada task 1 biasanya kita harus menjelaskan single (satu) diagram atau keterkaitan dua atau tiga diagram, tabel, peta atau mekanisme alat atau proses tertentu minimal dalam 150 kata dengan logika yang runtut. Sementara dalam task 2 terdapat sebuah pernyataan (statement) tertentu yang harus dijelaskan dalam minimal 250 kata sesuai perintah yang diajukan; “to what extent you disagree or agree with the statement?”/ Explain disadvantage or advantage/Discuss both views (jika ada dua pernyataan berbeda). Lebih baik lagi jika semua dilengkapi dengan contoh yang relevan.


4. Speaking TOEFL IBT: Sebelum kita menjawab pertanyaan di microphone, kita dapat mengetes kejelasan suara kita pada alat tersebut. Sama seperti writing tes TOEFL IBT, peserta diharuskan membaca artikel dan mendengar rekaman percakapan tertentu. Terdapat kurang lebih enam pertanyaan. Setelahnya, diberikan waktu 20-30 detik untuk persiapan serta 60 detik untuk menjawab setiap satu soal. Disarankan berbicara dengan lantang agar suara kita terekam sempurna.


Speaking IELTS; setiap peserta tes akan masuk ke dalam ruangan khusus di mana penguji sudah menunggu. Penguji akan meminta kartu identitas dan mencocokkan dengan data yang ada setelah itu akan menyebutkan nama dan nomer ID-nya sebagai penguji. Sesi pertama umumnya diawali dengan pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti identitas, pendidikan, hobi, keluarga, tempat liburan favorit kita, kota tempat tinggal dan lain lain.


Di sesi kedua, penguji akan mengeluarkan kartu atau buku yang memuat pertanyaan tertentu. Di sini penguji akan memberi Anda waktu untuk membaca dan membuat konsep jawabannya selama satu menit menggunakan kertas kosong dan pensil yang sudah disediakan. Penguji akan memberikan sinyal jika waktu satu menit sudah habis dan mempersilakan Anda mengeksplorasi jawaban secara lisan selama dua menit.


Sebagai penutup (sesi ketiga), penguji akan mengajukan beberapa pertanyaan pemungkas yang kadarnya semakin sulit dan masih terkait sesi kedua. Contohnya, jika dalam sesi kedua topik pertanyaan mengenai jenis pekerjaan tertentu maka pada sesi ketiga penguji bisa menanyakan ‘apa pekerjaan yang banyak diinginkan orang di Indonesia?”. Jika kita menjawab “bekerja di perusahaan multinasional” maka penguji selanjutnya mungkin bertanya “apa kriteria bekerja di perusahaan multinasional?” atau “mengapa perusahaan multinasional senang membuka cabang di negara lain?”. Tes speaking berlangsung 10-15 menit.


Jika kita sudah bisa menimbang-nimbang jenis tes yang cocok, tips sukses untuk meraih hasil terbaik pada tes IELTS dan TOEFL IBT tetap tidak lepas dari latihan menggunakan buku-buku IELTS atau TOEFL IBT yang sudah banyak tersedia di toko buku, serta mempertajam pengetahuan dan kemampuan berbahasa Inggris kita dengan membaca dan mendengarkan berita-berita dari media internasional seperti BBC, Euronews, Al-Jazeera dan CNN


Selain mempersiapkan diri secara teknik, beberapa tips non-teknik berikut dapat berguna bagi peserta tes:


1. Test TOEFL IBT dan IELTS biasanya diadakan di ruangan ber-AC dengan suhu rendah. Lebih baik memilih baju yang berbahan semi wol atau memilih baju atau kemeja lengan panjang dibanding memakai jaket (apalagi jika tempat tes tidak memperbolehkan pesertanya membawa jaket). Tidak disarankan memakai kaos (t-shirt) tipis karena gaya berpakaian seperti ini justru membiarkan badan kita kedinginan yang nantinya membuat konsentrasi berantakan, terutama bagi yang alergi dingin.


2. Bagi yang ingin memilih tes IELTS, disarankan membawa minuman karena selama tes listening sampai writing, kita tidak diperbolehkan keluar ruang tes. Peraturan ini berbeda dengan tes TOEFL IBT yang akan memberikan break 10 menit untuk keluar ruangan setelah tes listening dan reading selesai.


3. Jika kita tipikal orang yang mudah pusing, disarankan tidak membaca buku atau artikel yang bertema berat sebelum tes. Lebih nyaman untuk membiarkan otak rileks sehingga saat tes kita dapat lebih cepat berpikir.


4. Bagi yang ingin memilih tes IELTS, tidak dianjurkan menggunakan lensa kontak. Karena kita akan lebih sering menunduk untuk membaca semua soal listening, writing dan reading. Kelemahan orang yang memakai lensa kontak adalah lensanya mudah melorot bila terlalu lama menunduk. Jika mata kita minus lebih baik memakai kaca mata agar nyaman.

Author: Lunyka Adelina


View the original article here

Penulis: Unknown Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Dekat / IELTS / Mengenal / Serba / Serbi / TOEFL dengan judul "Mengenal Dekat Serba- Serbi IELTS dan TOEFL IBT".http://soal2online.blogspot.com/2014/07/mengenal-dekat-serba-serbi-ielts-dan.html.

ARTIKEL TERKAIT: