Thursday, July 10, 2014

Perlakuan Terhadap Guru Mencerminkan Perlakuan Terhadap Masa Depan Bangsa

By Atfan Hidayat on Jul 9, 2014

Semua orang setuju bahwa pendidikan itu penting karena merupakan dasar dari segalanya. Orang yang paling berperan penting dalam pendidikan di lingkungan sekolah adalah guru. Mereka adalah penentu masa depan bangsa karena anak didiknya nanti akan menjadi penerus bangsa. Seseorang bisa jadi presiden, CEO, dokter, pengacara, pelukis, penulis, atau apapun adalah karena pendidikan dari guru-guru mereka dulu di sekolah.


Guru adalah penentu utama kualitas pendidikan suatu negara. Jika sumber daya manusia yang dihasilkan buruk, masa depan bangsanya juga akan mengalami hal yang sama dan begitu juga sebaliknya. Konon, sesaat setelah Hiroshima dan Nagasaki hancur oleh bom atom, pertanyaan pertama Kaisar Jepang kepada para bawahannya adalah mengenai keadaan para gurunya. Kaisar Jepang sadar bahwa untuk bisa membuat negaranya bangkit dari keterpurukan adalah sumber daya manusia (warganya) yang berkualitas. Hanya gurulah yang mampu menciptakannya. Oleh sebab itulah peran guru sangat vital bagi Kaisar Jepang.


Pentingnya peran seorang guru seharusnya membuat mereka juga diperlakukan “istimewa”. Sama dengan yang lain, guru juga merupakan seorang manusia biasa yang punya berbagai kebutuhan untuk dipenuhi. Sebelum menuntut guru untuk “menghasilkan” sumber daya manusia yang berkualitas, kesejahteraan mereka harus dipenuhi terlebih dahulu. Bukan hanya sekadar memberi mereka dengan gaji yang tinggi, melainkan juga dengan “membereskan” masalah-masalah lain selain dari sisi finansial.


Artinya, bantu para guru menyelesaikan masalah-masalah pribadi mereka atau semacamnya supaya bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan tenang sebagai pengajar tanpa ada gangguan. Memang terlihat seperti terlalu aneh jika harus membantu para guru menyelesaikan masalah pribadi. Dengan jumlah guru yang sangat banyak, pertanyaannya apakah pemerintah bisa melakukannya? Jawabannya pasti tidak karena yang seharusnya mengapresiasi guru bukanlah pemerintah saja, melainkan seluruh masyarakat.


Berbicara mengenai guru-guru di Indonesia memang tidak bisa terlepas dari sederet masalah yang masih mendera sebagian dari mereka. Masih banyak guru yang mendapatkan gaji jauh dari semestinya, terutama guru-guru honorer di daerah. Selain itu, masalah utama lain mengenai guru di Indonesia adalah berkaitan dengan distribusi jumlah dan kualitasnya.


Cukup banyak cerita mengenai penumpukan guru yang terjadi di suatu daerah (terutama di perkotaan), sedangkan di daerah lain banyak sekolah yang masih kekurangan tenaga pengajar (terutama di pinggiran). Bukan hanya sekadar jumlahnya saja, melainkan kualitas gurunya juga belum merata. Guru-guru berkualitas baik biasanya berkumpul di daerah-daerah tertentu saja, dan lagi-lagi biasanya terjadi di kota-kota besar. Sebaliknya, di daerah-daerah pinggiran yang jumlah gurunya kurang kualitasnya juga tidak yang nomor satu.


Berdasarkan fakta-fakta di atas, suka tidak suka bisa dibilang negara ini masih belum memperlakukan para gurunya seperti seharusnya. Hanya sebagian saja yang diperlakukan “baik”. Jika seperti itu bisa dinilai juga bahwa perlakuan negeri ini mengenai masa depannya yang juga tidak jauh beda dengan cara mereka memperlakukan guru-guru mereka, yakni hanya sebagian saja yang “baik”. Padahal dengan pendidikan kita bisa mengubah segalanya. Ketika awal-awal kemerdekaan, kedudukan Indonesia dengan Korea maupun Jepang tidak jauh berbeda.


Namun faktanya sekarang Korea dan Jepang bisa mengintervensi dunia, sedangkan Indonesia masih berkutat dengan masalahnya sendiri. Memang bisa dipandang tidak begitu adil perbandingan tersebut mengingat kedua negara itu berbeda dengan Indonesia (luas wilayah, jumlah penduduk, agama, budaya dan sebagainya). Namun suka tidak suka itu adalah faktanya.


Menurut Ridwan Kamil yang sekarang menjabat sebagai Wali Kota Bandung, pendidikan bisa dibagi dua. Bagi orang yang berpikiran sempit, pendidikan hanya dipandang sebagai alat untuk mempermudah mencari pekerjaan. Sedangkan bagi yang berpikiran luas, pendidikan bisa digunakan sebagai alat mengubah peradaban sebuah bangsa. Sepenting itu pendidikan seharusnya negara ini (masyarakat dan pemerintah) juga memberlakukan guru dengan sama pentingnya.


Sumber referensi:
Aniesbaswedan.com

Author: Atfan Hidayat


View the original article here

Penulis: Unknown Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Bangsa / Depan / Mencerminkan / Perlakuan / Terhadap dengan judul "Perlakuan Terhadap Guru Mencerminkan Perlakuan Terhadap Masa Depan Bangsa".http://soal2online.blogspot.com/2014/07/perlakuan-terhadap-guru-mencerminkan.html.

ARTIKEL TERKAIT: