Friday, July 18, 2014

Sistem Baru di Swedia serta Kesempatan untuk Tinggal Bagi Mahasiswa Asing

By Dini Savila on Jul 18, 2014

Kesempatan untuk tinggal di Swedia bagi para kandidat doktor dan mahasiswa asing saat ini menjadi semakin mudah. Mulai Juli 2014 ini, para kandidat doktor asing yang memenuhi syarat akan mendapatkan kesempatan untuk tinggal di negeri tersebut asalkan telah memiliki izin studi empat hingga tujuh tahun terakhir. Selain itu, para mahasiswa asing pun diizinkan tinggal di Swedia untuk mencari pekerjaan seusai mereka lulus atau untuk mendirikan perusahaan mandiri.


Peraturan ini akan menggantikan undang-undang yang berlaku sebelumnya mengenai pekerjaan dan imigrasi mahasiswa asing yang sempat menuai protes; bahwa mahasiswa doktoral di Swedia hanya diperbolehkan tinggal di negara tersebut sepuluh hari semenjak kelulusannya untuk mencari pekerjaan. Saat itu menurut sebuah studi statistik, ada sekitar 5.000 mahasiswa PhD yang tinggal di Swedia pada 2013 silam.


Adanya undang-undang baru yang secara signifikan meningkatkan daya saing Swedia menarik mahasiswa asing


Peraturan yang baru diberlakukan tersebut dirancang persis untuk meningkatkan kembali daya saing yang turun dan diakibatkan oleh:


·         Kebijakan khusus bagi siswa internasional untuk tetap tinggal di negara tersebut pasca kelulusan;


·         Adanya biaya pendaftaran pendidikan bagi siswa internasional non-Uni Eropa sejak tahun 2011.


Ketika peraturan mengenai biaya pendaftaran tersebut diperkenalkan, jumlah calon mahasiswa non-Uni Eropa yang mendaftar turun hingga 80% dari sekitar 8.000 mahasiswa menjadi hanya sekitar 1.600 mahasiswa, dengan penurunan terbesar ada pada pendaftar asal Asia dan Afrika.


Berikut kutipan surat kabar Dagens Nyheter yang menjelaskan perlunya reformasi pada kebijakan tersebut lebih lanjut:


“Proporsi mahasiswa non-Eropa yang melanjutkan studi ke Swedia menjadi lebih rendah dari 2%, dari sebelumnya berjumlah sekitar 5% dan di waktu yang sama, jumlah mahasiswa asing yang mendapat izin kerja pun menurun. Sedangkan jika diperhatikan, 85% dari mahasiswa berkata mereka ingin tinggal di Swedia usai menyelesaikan studinya. Namun pada kenyataannya, hanya 17% yang dapat tinggal dan jumlah itu terus menurun.”


Tahun lalu, ICEF Monitor menulis tentang efek dari meningkatnya ‘jumlah mahasiswa yang ingin tetap tinggal di negara tempat studinya’, dan menekankan bahwa betapa visa negara tujuan, pekerjaan, dan kebijakan imigrasi amat mempengaruhi keputusan mahasiswa pasca kelulusan. Dalam artikel tersebut, ICEF Monitor juga mencatat salah satu laporan penelitian yang menuliskan bahwa ‘jika Belanda dapat mempertahankan sekitar 20% siswa internasionalnya pasca kelulusan, artinya adalah adanya manfaat ekonomi bagi mereka senilai € 740.000.000.’


Meningkatnya daya tarik sistem pendidikan tinggi Swedia yang telah lama dihormati


Sebelum tahun 2011, Swedia merupakan salah satu dari sedikit negara di dunia yang menawarkan kuliah gratis bagi semua mahasiswa asing, termasuk mahasiswa yang berasal dari luar Uni Eropa. Hal ini dianggap menjadi maksud yang baik bagi lembaga pendidikan tinggi di Swedia sekaligus menawarkan lingkungan belajar yang baik bagi mahasiswa Swedia secara keseluruhan, dan menjadikan Swedia sebagai salah satu pasar mahasiswa asing yang menjanjikan.


Pengenalan biaya perkuliahan pada tahun 2011 jelas memiliki efek negatif terhadap jumlah pendaftaran siswa internasional. Namun saat itu pemerintah segera mengalokasikan dana beasiswa bagi siswa internasional non-Uni Eropa untuk membantu membiayai mahasiswa asing tersebut. Selain itu, beberapa universitas di Swedia juga mengintensifkan upaya perekrutan khusus mahasiswa internasional. Kombinasi ini rupanya hanya mendongkrak jumlah mahasiswa asing yang mendaftar dalam jangka waktu setahun saja semenjak biaya pendaftaran kuliah diperkenalkan.


Melonggarnya kebijakan masuk kerja di Swedia pun rupanya tidak cukup efektif sebab hanya memacu pendaftaran mahasiswa dari non-Uni Eropa. Meskipun jumlah penerima beasiswa ditingkatkan, masih ada kelompok mahasiswa yang tidak menerima beasiswa, atau dipaksa meninggalkan negara tersebut sebab tak dapat menemukan pekerjaan sebelum tenggat waktu yang diberikan pemerintah saat itu yaitu sepuluh hari semenjak kelulusan. UNESCO pada saat itu memperkirakan ada 28.629 mahasiswa internasional (Uni Eropa dan non-Uni Eropa) yang belajar di Swedia.


Tetap menguatnya kualitas dan reputasi pendidikan di Swedia


Meski demikian, hingga tahun 2014 jumlah mahasiswa yang melanjutkan studi ke Swedia tetaplah meningkat. Times Higher Education mencatat salah satu universitas di Swedia, The Karolinska Institute yang masuk ke dalam urutan seratus besar universitas top dunia. Hal ini mengukuhkan anggapan bahwa Swedia tetap memiliki kualitas pendidikan kelas dunia. The 2014 Universitas 21 ranking pun mencatat Swedia sebagai peringkat kedua dari sepuluh besar negara yang memiliki kualitas pendidikan internasional. Berikut urutannya:


·         Amerika Serikat;


·         Swedia;


·         Kanada;


·         Denmark;


·         Finlandia;


·         Swiss;


·         Belanda;


·         Inggris Raya;


·         Australia;


·         Singapura.


Saat ini, di samping bergerak untuk membuka lapangan pekerjaan dan peluang imigrasi bagi lulusan asal luar negeri, Pemerintah Swedia juga memperluas investasi pendidikannya untuk pelatihan bahasa bagi mahasiswa asing yang memakan biaya hampir 2 miliar kronor (sekitar US $ 250 juta). Dengan adanya langkah tersebut, Pemerintah Swedia memastikan kemajuan langkah mereka di bidang pendidikan serta adanya kapasitas penyerapan mahasiswa asing yang lebih banyak di tahun-tahun mendatang.

Author: Dini Savila


View the original article here

Penulis: Unknown Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Asing / Kesempatan / Mahasiswa / serta / Sistem / Swedia / Tinggal / untuk dengan judul "Sistem Baru di Swedia serta Kesempatan untuk Tinggal Bagi Mahasiswa Asing".http://soal2online.blogspot.com/2014/07/sistem-baru-di-swedia-serta-kesempatan.html.

ARTIKEL TERKAIT: