Thursday, July 10, 2014

Sistem Pendidikan Negeri Ginseng Layak Menjadi Panutan dan Teladan

By Feliciana on Jun 27, 2014

“Education is the most powerful weapon which you can use to change the world” (pendidikan adalah senjata paling kuat dan ampuh yang dapat kamu gunakan untuk mengubah dunia) adalah salah satu kalimat bijak dan menginspirasi dari almarhum Nelson Mandela. Digambarkan sebagai senjata yang paling kuat dan ampuh untuk mengubah dunia, pendidikan memiliki peran yang sangat penting bagi keberhasilan seseorang bahkan hingga kemajuan negara. Salah satu negara maju di Asia yang berhasil dan sukses dalam sistem pendidikannya adalah negeri ginseng, Korea Selatan.


Hal ini terbukti dari keberhasilan negara tersebut menempati peringkat pertama sebagai negara dengan sistem pendidikan global terbaik berdasarkan survei yang dilakukan oleh lembaga edukasi dan perusahaan penerbitan terbesar di Inggris, Pearson, seperti yang dilansir oleh www.bbc.co.uk. Di posisi kedua adalah Jepang, diikuti oleh Singapura dan Hong Kong. Kesuksesan Korea Selatan dalam bidang pendidikan ini dapat menjadi panutan dan teladan yang baik bagi sistem pendidikan di negara kita, Indonesia.


Keberhasilan pendidikan di suatu negara, tidak hanya berasal dari faktor pemerintahnya saja, tetapi faktor masyarakat juga berpengaruh. Seperti di Korea Selatan, para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mempunyai waktu belajar di sekolah dan kursus (hagwon) mulai jam 8 pagi hingga jam 9 atau 9.30 malam. Mereka baru akan kembali ke rumah saat hari sudah gelap. Mereka mengorbankan waktu bermain dan bersantai untuk belajar dengan tekun agar berhasil masuk perguruan tinggi ternama dan favorit. Di sana pun dikenal bahwa persaingan dalam pendidikan cukup tinggi. Untuk itu, para siswa SMA di Korea Selatan berusaha keras belajar agar dapat merebut bangku kuliah di universitas pilihan mereka. Luar biasa memang jika melihat cara belajar mereka. Bayangkan saja dalam waktu hampir setengah hari lebih dihabiskan hanya untuk belajar. Bagi yang belum terbiasa seperti ini pasti akan merasakan kesulitan yang luar biasa saat baru memulainya.


Tidak hanya siswa SMA yang belajar dengan tekun, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Korea Selatan pun memiliki waktu belajar yang panjang di sekolah, namun lebih pendek dibanding siswa SMA. Siswa SMP mulai belajar di sekolah dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Setelah jam 4 sore pun mereka tidak berarti langsung pulang dan beristirahat di rumah, namun melanjutkan kegiatan belajar di kursus karena menganggap belajar di sekolah saja masih belum cukup.


Di Korea Selatan, sistem pendidikannya sama persis seperti di Indonesia yang terdiri dari 6 tahun untuk Sekolah Dasar (SD), 3 tahun untuk SMP, dan SMA. Setelah SMA, para siswa akan memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi di perguruan tinggi atau universitas. Saat akan memasuki perguruan tinggi, para siswa SMA harus mengikuti tes masuk universitas. Ada tiga hal unik yang berkaitan mengenai ujian masuk universitas di Korea Selatan.


Pertama, karena hari di mana ujian masuk universitas sangat penting, maka jam masuk kantor untuk hari tersebut ditunda satu jam dalam rangka untuk menghindari kemacetan kendaraan. Kedua, pada hari ujian masuk universitas, pasukan militer bahkan disiapkan untuk membantu jika ada calon mahasiswa yang tidak atau kesulitan mendapatkan alat transportasi menuju tempat ujian dilaksanakan. Ketiga, jadwal penerbangan mengalami perubahan pada hari tersebut dengan tujuan untuk menghindari kebisingan agar para calon mahasiswa dapat berkonsentrasi.


Dengan menanamkan keyakinan bahwa pendidikan adalah hal yang utama, peran guru di Korea Selatan pun dianggap sangat tinggi dan berharga. Bahkan, di Korea Selatan ada pepatah yang mengatakan “Guru adalah hal tertinggi selayaknya Tuhan.” Masyarakat Korea Selatan sangat menjunjung tinggi dan menghormati guru. Para guru di sana memiliki usia pensiun tidak sampai 65 tahun. Semakin senior seorang guru, maka gajinya akan semakin tinggi dengan diikuti jadwal mengajar yang lebih banyak. Sungguh luar biasa dan patut diacungi jempol jika melihat ketekunan siswa di Korea Selatan, program yang dilakukan pemerintah di hari ujian masuk universitas, beserta rasa hormat yang tinggi kepada guru.


Untuk memajukan pendidikan di Indonesia, para siswa dapat mulai lebih tekun dan gigih lagi dalam belajar serta mengurangi waktu yang terlalu banyak disediakan untuk bermain dan bersantai. Sebaliknya, mereka sebaiknya menyediakan waktu yang lebih banyak untuk belajar. Bukan berarti siswa harus melulu belajar dan tidak boleh refreshing, tapi mereka harus pintar membagi waktu antara belajar dan bermain.


Bermain dan bersantai dapat dilakukan saat akhir pekan atau di hari raya. Pemerintah dan masyarakat Indonesia juga sebaiknya mulai lebih menghormati dan menjunjung tinggi peran guru. Mereka butuh apresiasi bukan hanya dari jumlah gaji, tetapi juga dari rasa hormat dan dihargai. Dengan mengacu dan meniru pendidikan di Korea Selatan, semoga Indonesia bisa semakin berkembang hingga pada akhirnya maju dalam dunia pendidikan diikuti dalam bidang lainnya .

Author: Feliciana


View the original article here

Penulis: Unknown Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Ginseng / Layak / Menjadi / Negeri / Panutan / Pendidikan / Sistem / Teladan dengan judul "Sistem Pendidikan Negeri Ginseng Layak Menjadi Panutan dan Teladan".http://soal2online.blogspot.com/2014/07/sistem-pendidikan-negeri-ginseng-layak.html.

ARTIKEL TERKAIT: