Sunday, July 20, 2014

Wasapada Perubahan Kuku!

By Elisabeth Previtapuri on Jul 20, 2014

Apakah selama ini terpikirkan oleh Anda bahwa kuku bisa menjadi indikator bagi kesehatan tubuh? Jika tidak, Anda perlu membaca informasi tentang perubahan kuku ini. Perlu diketahui bahwa kuku terdiri dari beberapa lapis protein yang disebut keratin. Zat yang tumbuh di bawah kutikula ini mampu menunjukkan gejala jika Anda sedang dalam keadaan sakit. Tak banyak orang memberi perhatian khusus terhadap kondisi kukunya. Sebagian kaum perempuan mungkin melakukan perawatan kuku di salon, namun demi alasan kecantikan, bukan kesehatan.


Tak banyak orang yang tahu bahwa ternyata kuku dapat bertindak sebagai ‘alarm’ kesehatan tubuh. Pada banyak kasus, perubahan warna dan kondisi kuku dianggap sebagai indikator adanya gangguan kesehatan tertentu yang tidak kita sadari. Bahkan beberapa di antaranya tergolong penyakit yang cukup serius. Mengejutkan, bukan? Maka dari itu, simak ulasan berikut.


Gangguan Tiroid


Bagian ujung atau samping kuku (biasanya terjadi pada jari manis, kelingking, atau jari kaki) akan terasa longgar atau bahkan terpisah dari kulit di bawahnya. Onycholisis merupakan istilah untuk kondisi kuku yang terlepas dari kulit di bawahnya. Hal ini adalah salah satu gejala timbulnya gangguan tiroid (hipertiroid maupun hipotiroid), di samping perubahan berat badan yang drastis. Adanya celah diantara kuku dan kulit di bawahnya memungkinkan kotoran, bahkan bakteri untuk masuk dan menimbulkan infeksi. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh guna memastikan penyebab gangguan tiroid untuk mengatasi masalah ini.


Hepatitis (Gangguan Lever)


Kuku berwarna putih dan pinggirannya menjadi lebih gelap. Gangguan pada lever ditandai oleh bermacam gejala, salah satunya perubahan warna kuku. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kadar protein dalam darah.


Diabetes


Kuku dan jari akan berwarna kekuningan. Setiap kali melakukan pemeriksaan terhadap pasiennya, Dr. Elizabeth Salada, Direktur Medis Redwood Terrace Skilled Nursing Facility di California, juga mengamati kuku mereka. “Banyak penyakit yang bisa dideteksi cepat hanya dengan melihat kondisi kuku pasien, salah satunya diabetes,” ujarnya. Pada penderita diabetes, kuku dan jarinya cenderung berwarna kuning, karena glukosa terhubung dengan protein kolagen yang ada di kuku. Tentu saja, ini hanyalah salah satu gejala. Jika di saat yang sama, anda merasa sering kehausan, namun frekuensi buang air kecil meningkat, segera periksakan diri ke dokter.


Stres dan Depresi


Anda secara sadar maupun tidak sering menggigit kuku hingga rusak. Sekilas, kebiasaan menggigiti kuku tampak tidak berbahaya. Di Amerika, sekitar 23% orang dewasa memiliki kebiasaan ini. Mereka melakukannya bukan tanpa alasan. Hampir semua mengaku keinginan menggigiti kuku muncul di kala mereka sedang gugup atau stres.


Kebiasaan ini tidak baik bagi kesehatan karena berpotensi menimbulkan infeksi pada jari dan mulut. Bahkan pada kasus yang berat, kuku digigiti hingga rusak dan berdarah. Bila sudah begini, ada kemungkinan Anda menderita masalah psikis yang lebih serius seperti kecemasan berlebih, gangguan kompulsif, atau bahkan depresi.


Kekurangan Gizi


Kuku menjadi berwarna putih pucat. Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan nutrisi penting. Kekurangan gizi tak hanya ditandai dengan turunnya berat badan secara drastis. Perubahan warna dan bentuk kuku juga bisa memperlihatkan tubuh kita tengah kekurangan nutrisi seperti zat besi, protein, dan biotin. Selain itu, kuku yang berwarna putih pucat bisa mengindikasikan adanya gejala anemia.


Penyakit Kardiovaskular


Kulit di bawah kuku akan berwarna kemerahan dan kuku tampak mengembang. Masalah pada organ kardiovaskular bisa diketahui lewat beberapa gejala, seperti tekanan darah dan kolesterol tinggi. Namun, di samping hal tersebut, akan timbul perubahan warna pada kulit di bawah kuku menjadi kemerahan. Warna atau garis merah di bawah kuku menandakan adanya peradangan pada pembuluh darah atau infeksi pada katup jantung.


Infeksi Jamur


Kuku akan berwarna kuning atau putih pucat. Pada umumnya, problem ini kerap muncul pada kuku kaki. “Namun, ada juga yang mengalaminya di kuku tangan,” ujar Dr. Scott MacLean, dokter keluarga di Edmonton, Kanada. Meski tidak terlalu berbahaya, namun infeksi kuku akan terasa sangat mengganggu. Bila tidak segera diobati, kuku akan menjadi tebal dan ujung-ujungnya akan pecah-pecah. Tentu menjadi tidak indah dilihat. Cara mengatasinya cukup sederhana, dokter akan memberi resep krim anti jamur atau jika perlu ditambah dengan pengobatan oral.


Sumber : More Magazine edisi Maret 2013


View the original article here

Penulis: octa vinsu Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Perubahan / Wasapada dengan judul "Wasapada Perubahan Kuku!".http://soal2online.blogspot.com/2014/07/wasapada-perubahan-kuku.html.

ARTIKEL TERKAIT: