Wednesday, August 20, 2014

Ngantuk Menghantui Perjalanan Mudik

Loading ... Loading ...

mudik_fajar

SAAT perjalanan menuju Bandar Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten dari pinggiran Jakarta, sopir taksi yang mengantar saya menceritakan pengalamannya. Dia cerita soal bahayanya mengendarai kendaraan bermotor saat mengantuk. Atau, saat mengantuk memaksakan diri untuk berkendara.

“Bahaya pak, pernah saya nyaris tabrakan, sejak itu saya kapok nyetir saat ngantuk,” ujar pria yang saya perkirakan berusia 40 tahunan itu, awal Juli 2014 pagi.

Dia mengaku, pilihan yang realistis saat mengantuk adalah tidur. Istirahat sejenak. Baginya, nyetir dalam keadaan mengantuk tak hanya berpotensi merugikan dirinya, tapi tentu saja nasib penumpang yang diantarnya. “Karena itu, saat ngantuk saya buru-buru mencari tempat berhenti untuk tidur di mobil,” seloroh dia.

Menurutnya, profesi sebagai pengemudi taksi menuntut daya tahan fisik yang luar biasa. Maklum, katanya, jam kerja sopir taksi nyaris 12 jam. Dari pagi hari, masuk ke pangkalan bisa tengah malam. Atau, keluar malam kembali sore hari. “Nah diantara jam-jam itu tentu aja ada rasa kantuk yang menyerang, pokoknya, kalau ngantuk mending tidur deh daripada celaka,” ujar dia lagi.

Ngantuk Berisiko

Banyak kasus kecelakaan lalu lintas jalan yang dipicu oleh ngantuk. Ngantuk atau kondisi tubuh ingin tidur memang panggilan alam. Tubuh manusia sulit melawan rasa kantuk. Dalam kondisi seperti itu konsentrasi seseorang praktis terganggu. Apalagi jika nekat mengendarai mobil atau sepeda motor, ujung-ujungnya bisa runyam. Kata pak sopir tadi, bisa saja terjadi tabrakan.

Tiga pekan lagi kita akan memasuki masa mudik Lebaran. Biasanya, para pemudik berkendara cukup lama, bisa berjam-jam, bahkan hingga belasan jam. Saat itulah rasa kantuk bisa hadir setiap saat.
Data Korlantas Mabes Polri memperlihatkan bahwa pada musim mudik dan balik Lebaran tahun 2013, ngantuk menjadi pemicu kedua terbesar terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan. Dalam rentang 16 hari arus mudik dan balik, setiap harinya terjadi 43 kasus kecelakaan. Dampaknya cukup menyakitkan. Sang korban harus memikul penderitaan, mulai dari luka-luka, kerugian material, hingga meninggal dunia.

Perjalanan saat menempuh mudik atau balik Lebaran bisa jadi menguras tenaga karena menemui kemacetan lalu lintas jalan. Tubuh yang lelah dan jadwal tidur yang minim, menjadi paduan yang kuat untuk merusak konsentrasi sang pengemudi. Pilihannya menjadi penting untuk mengelola jam perjalanan dengan sebaik mungkin. Salah satu hal yang penting adalah membuat jadwal beristirahat yang cukup dan tidak memaksakan diri berkendara ketika rasa kantuk menyerang.

“Kadang, pikiran kita merasa kuat mengemudi, padahal rasa kantuk sudah menyerang. Kalau sudah begitu laju mobil gak terkontrol, bahaya,” kata sang sopir taksi itu lagi mengingatkan. Setuju?


View the original article here

Penulis: octa vinsu Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Menghantui / mudik / Ngantuk / perjalanan dengan judul "Ngantuk Menghantui Perjalanan Mudik".http://soal2online.blogspot.com/2014/08/ngantuk-menghantui-perjalanan-mudik.html.

ARTIKEL TERKAIT: