Tuesday, August 26, 2014

Upaya galang dana pendidikan untuk negara berkembang

 Murid sekolah dasar Bustaale berjalan ke kelas mereka di ibu kota Somalia, Mogadishu.

Pertemuan internasional para pemimpin politik, organisasi pemberi bantuan dan perwakilan PBB diadakan dengan tujuan mengumpulkan dana sebesar US$3.5 miliar untuk mendukung pendidikan di negara-negara berkembang.


Pertemuan Kemitraan Global untuk Pendidikan atau Global Partnership for Education (GPE) ini diadakan di Brussel, Belgia, di mana para pemerintah akan menjanjikan pendanaan mereka.


Badan PBB UNESCO telah menerbitkan data yang menunjukkan bahwa 58 juta anak di seluruh dunia tidak bersekolah, dan hanya ada sedikit perbaikan sejak tahun 2007.


Wartawan BBC Sean Coughlan melaporkan bahwa ketua UNESCO Irina Bokova mengatakan "tidak boleh lagi ada kelambanan".


Selain 40 menteri pendidikan dan pembangunan internasional serta 600 orang perwakilan resmi, pertemuan puncak yang diadakan di Belgia ini akan juga dihadiri oleh Malala Yousafzai, pelajar asal Pakistan yang ditembak oleh Taliban.


Gordon Brown, utusan khusus PBB untuk pendidikan global, juga akan berbicara di pertemuan puncak yang akan menentukan pendanaan sampai tahun 2018 ini.

malala pendidikan negara berkembang Malala Yousafzai menyerukan pemerintah Inggris membantu pendidikan negara berkembang.


Kemajuan terhambat


GPE menyalurkan dana ke 59 negara berkembang, yang kemudian pada gilirannya diminta untuk berkomitmen memberikan 20% dari pengeluaran umum mereka untuk pendidikan.


Dalam putaran pendanaan sebelumnya, Inggris merupakan pemerintah donor terbesar.


GPE diketuai oleh mantan perdana menteri Australia Julia Gillard.


Komunitas internasional telah menetapkan sasaran milenium bahwa semua anak di seluruh dunia harus memiliki akses ke pendidikan dasar pada tahun 2015 - namun angka terakhir menunjukkan bahwa target ini mungkin tidak akan tercapai karena kemajuannya terhambat.


Angka yang dimonitor oleh UNESCO memperlihatkan bahwa ada kemajuan besar di 17 negara, termasuk Maroko dan Nepal, yang dapat mengurangi jumlah anak yang tidak sekolah sampai 90%.


Namun secara keseluruhan hanya ada sedikit kemajuan sejak tahun 2007, kata Unesco, dengan lebih dari 30 juta anak di sub-Sahara Afrika tidak memiliki pendidikan sama sekali.


View the original article here

Penulis: octa vinsu Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori berkembang / galang / Negara / Pendidikan / untuk / Upaya dengan judul "Upaya galang dana pendidikan untuk negara berkembang".http://soal2online.blogspot.com/2014/08/upaya-galang-dana-pendidikan-untuk.html.

ARTIKEL TERKAIT: