Thursday, September 18, 2014

Bersekolah di Usia 48 Tahun, Yudin Ainusi Beri Contoh Semangat Belajar Tak Kenal Umur

Jakarta, Kemdikbud --- Tidak hanya generasi muda, manfaat program SM3T juga dirasakan oleh Yudin Ainusi, Kepala Kampung Nij, Momiwaren, Manokwari, Papua Barat. Pria berusia 48 tahun ini sangat berterima kasih karena dengan adanya guru-guru SM3T ia bisa membaca dan menulis.

Ainusi tidak pernah patah semangat untuk berangkat ke sekolah berjalan kaki setiap hari yang jaraknya tujuh kilometer dari kampungnya. Satu-satunya alasan ia ingin bersekolah adalah agar bisa membaca, menulis, dan mendapatkan ijazah. Ia ingin menjadi contoh bagi generasi muda di kampungnya. “Bahwa orang dari Kampung Nij bisa seperti orang-orang di luar sana. supaya bisa jadi pegawai,” katanya diselah-selah acara silaturahim 1.500 guru SM3T dengan Wakil Presiden Boediono, di Jakarta, Kamis (18/09/2014).

Perjuangan Ainusi untuk dapat membaca tulis berlanjut hingga saat ini ia belajar di kampus C Momiwaren semester 4 jurusan hukum. Tak jarang, ia menerima cemoohan dari teman-temannya karena sudah berusia di atas 40 tahun tapi masih ingin sekolah. “Ada teman saya yang mengatakan, daun kering, tidak akan mungkin menjadi daun hijau,  yang saya artikan sudah tua seperti ini tidak mungkin jadi muda lagi. Tapi tidak saya pedulikan, yang penting saya sekolah,” katanya.

Ainusi mengatakan, ia meluangkan waktunya untuk sekolah diselah-selah pekerjaannya bertani. Ketika ia berangkat ke sekolah, maka anak istrinya yang akan menggantikan pekerjaannya.

Diakui oleh Ainusi, istrinya memberi dukungan penuh agar ia bersekolah. Apalagi anak-anaknya. Setiap pagi, kata dia, anak-anaknyalah yang membangunkannya untuk ke sekolah. "Papa bangun papa, ayo sekolah nanti dimarahi kepala sekolah", kata Ainusi menirukan kata-kata anak-anaknya. Ainusi sering dimarahi kepala sekolah jika terlambat datang ke sekolah.

Ke depan, ia berharap agar pemerintah memberikan perhatian lebih banyak lagi bagi Papua. Karena saat ini di Papua setiap kampung hanya memiliki satu sekolah dan satu guru. “Untuk itu dengan program ini saya pun berharap ada perubahan yang bisa meningkatkan pendidikan di Papua,” katanya. (Aline Rogeleonick/Harriswara Akeda)


View the original article here

Penulis: Unknown Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Ainusi / Belajar / Bersekolah / Contoh / Kenal / Semangat / Tahun / Yudin dengan judul "Bersekolah di Usia 48 Tahun, Yudin Ainusi Beri Contoh Semangat Belajar Tak Kenal Umur".http://soal2online.blogspot.com/2014/09/bersekolah-di-usia-48-tahun-yudin.html.

ARTIKEL TERKAIT: