Wednesday, September 24, 2014

Jadi Warga Belajar 6 Bulan, Kini Rani Dapat Membaca

Kendari, Kemdikbud --- Awalnya Rani kecil menganggap bahwa pendidikan itu tidak penting. Meski kedua orang tuanya meminta Rani untuk sekolah, namun ia sama sekali tidak tertarik mengenakan pakaian seragam dan mengikuti pelajaran di sekolah. Rani yang kemudian tumbuh dewasa menyesal karena dirinya tak mampu membaca. Di usianya yang ke-33 tahun, Rani akhirnya memutuskan bergabung sebagai warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Indria di Kendari, Sulawesi Tenggara. “Saat kecil saya malas sekolah,” demikian Rani mengenang masa kecilnya.

Rani sadar pentingnya memiliki kemampuan baca, tulis, dan hitung (calistung) saat menerima kartu undangan pernikahan. Ia hanya bisa membolak-balik kartu tersebut, tanpa tahu maksud isi undangan itu. “Akhirnya saya berkali-kali bertanya kepada tetangga atau saudara setiap saya menerima kartu undangan pernikahan,” kata Rani kepada kemdikbud.go.id di acara puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-49, Sabtu (20/9/2014).

Wanita berjilbab yang menjadi penjual barang bekas ini juga merasa terbantu dengan kemampuannya berhitung. Tidak hanya mulai “pintar” calistung, Rani juga diajarkan sejumlah keterampilan saat menjadi warga belajar selama enam bulan. Keterampilan itu misalnya membuat semacam kemoceng, pembersih debu yang terbuat dari tali rafia, serta makanan, seperti kerupuk dan dampo, makanan khas Sulawesi berupa pisang yang dijemur.    

Berkat kemampuannya membaca ini, ia bahkan bisa mencicipi serunya naik pesawat terbang saat mengikuti lomba keaksaraan yang diselenggarakan di Kota Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu. “Saya senang. Itu pertama kalinya saya naik pesawat. Walaupun hanya dapat juara 4, tapi saya senang,” tambah Rani.

Ia juga menambahkan, kebiasaannya dulu yang hanya melihat tayangan televisi dan mendengarkan siaran radio, kini berubah. “Kalau ada koran, biasanya langsung saya baca,” ujar Rani.

Semakin tingginya kesadaran Rani terhadap pendidikan, ia mengaku saat kelak dikarunia anak, dirinya akan menyekolahkan buah hatinya itu. Rani tidak ingin pengalamannya tidak mengenal calistung dialami oleh anaknya. “Pasti akan saya suruh sekolah, karena pendidikan itu penting,” kata Rani. (Ratih Anbarini)


View the original article here

Penulis: octa vinsu Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Belajar / Bulan / Dapat / membaca / Warga dengan judul "Jadi Warga Belajar 6 Bulan, Kini Rani Dapat Membaca".http://soal2online.blogspot.com/2014/09/jadi-warga-belajar-6-bulan-kini-rani.html.

ARTIKEL TERKAIT: