Wednesday, September 24, 2014

Mendikbud: Pendidikan, Pisau Tajam Potong Tiga Penyakit Sosial

Kendari, Kemdikbud --- Terdapat tiga macam penyakit sosial yang jika sebuah bangsa mengidapnya, maka yang akan terjadi adalah kemunduran, bahkan kemusnahan. Tiga penyakit sosial itu adalah kemiskinan, ketidaktahuan, dan keterbelakangan peradaban. Siapapun yang terjerat penyakit ini, maka ia tidak dapat menikmati kehidupan.

Demikian diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh saat memberikan sambutan dalam puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-49 yang digelar di Alun-alun MTQ, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (20/9/2014). “Pisau macam apa yang bisa memotong ketiga penyakit sosial itu? Tidak ada pisau yang sangat tajam yang bisa memotong mata rantai ketiga penyakit sosial itu, kecuali pendidikan,” ujar Mendikbud.

Pendidikan, lanjutnya, mampu menjadi alat untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Pendidikan juga bisa meningkatkan ilmu pengetahuan, dan pendidikan mampu menciptakan peradaban yang unggul. “Hampir bisa dipastikan, pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, selalu ada program utama, yaitu mengentaskan kemiskinan, meningkatkan ilmu pengetahuan, dan membangun beradaban di daerahnya menjadi peradaban yang unggul,” tutur Mendikbud.

Selanjutnya, Mendikbud menjelaskan, kualitas suatu bangsa ditentukan pula dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ditentukan oleh tiga variabel, yaitu pendidikan, kesehatan, dan pendapatan per kapita. Dari ketiga variabel itu, pendidikan menjadi penggerak utama variabel lainnya. Ini sejalan dengan hasil studi yang dilakukan oleh bank dunia dan UNESCO.

Mendikbud mengakui, masih ada persoalan akses dan mutu pada dunia pendidikan di Indonesia. Maka, keduanya telah menjadi agenda paling utama dalam kebijakan Kemdikbud. Pada persoalan akses, program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Siswa Miskin (BSM), dan Bidikmisi adalah contoh upaya pemerintah agar dapat memberikan akses bagi semua warga negara.

Sementara itu pada persoalan mutu, kualitas dan ketersediaan guru, serta kurikulum menjadi agenda yang pemerintah lakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. “Mudah-mudahan dengan peningkatan kualitas guru yang terus menerus disertai dengan pengembangan kurikulum yang baru kita laksanakan, dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita dari tahun ke tahun,” tutur Mendikbud. (Ratih Anbarini)


View the original article here

Penulis: octa vinsu Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Mendikbud / Pendidikan / Penyakit / Pisau / Potong / sosial / Tajam dengan judul "Mendikbud: Pendidikan, Pisau Tajam Potong Tiga Penyakit Sosial".http://soal2online.blogspot.com/2014/09/mendikbud-pendidikan-pisau-tajam-potong.html.

ARTIKEL TERKAIT: