Wednesday, September 24, 2014

Niki: Saya Ingin Buka Lapangan Kerja Sendiri

Singapura, Kemdikbud --- Meninggalkan tanah kelahiran dan merantau ke negeri orang untuk memperbaiki kehidupan keluarga, itulah yang dilakukan Nikmatul Zahroh Hidayati. Berasal dari Ponorogo, wanita yang biasa dipanggil Niki ini bekerja di Singapura sebagai PLRT (Penata Laksana Rumah Tangga) sejak tahun 2005.

"Saya bekerja meninggalkan tanah kelahiran saya tentunya untuk kesejahteraan orangtua, adik-adik dan masa depan saya, dengan niat ibadah untuk mendapat berkah dan ridho Allah SWT,” kata Niki beberapa waktu lalu di Singapura.

Niki menceritakan, setelah beberapa tahun bekerja di negeri singa ini, Juli 2009 ia mendaftarkan diri di Universitas Terbuka kelompok belajar (Pokjar) Singapura dan bergabung pula dalam wadah Mahasiswa UT disana. Niat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi itu muncul karena ia haus akan pendidikan.

“Saya ingin menjadi manusia yang memiliki nilai plus untuk membanggakan orang tua, dan untuk masa depan saya tentunya”. Ia memilih masuk ke UT, karena pada saat itu UT membuka program Penerjemah Bahasa Inggris.
Niki menjadi mahasiswa UT dari Jurusan FISIP Program S1 Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan. Ia menyatakan menjadi seorang Mahasiswa UT, tidaklah sulit. Niat untuk maju dan belajar secara mandiri merupakan modal utama untuk Kuliah di UT. "Yang penting memiliki disiplin diri, inisiatif, dan motivasi belajar yang kuat”.
Namun demikian UT Pokjar Singapura membuka sistem belajar tatap muka untuk mata kuliah tertentu, khususnya mata kuliah untuk jurusan Akuntansi dan Manajemen. Untuk program Bahasa Inggris, hanya mata kuliah Pengantar Statistik yang ditatapmukakan. Dan menurut Niki, tatap muka itu sangat membantu.

Selain kegiatan belajar, bagi Niki UT juga menjadi sarana berorganisasi. Mahasiswa UT Singapura bisa mengikuti program/kegiatan belajar bersama yang dibuka oleh perhimpunan mahasiswa UT sebagai sarana mahasiswa untuk bertukar pendapat dan pikiran tentang mata kuliah yang dianggap perlu penyelesaian.

Niki menambahkan, tantangan belajar di sela bekerja sungguh besar. Kerja yang sangat melelahkan dan juga tempat kerja sekaligus tinggal di rumah bos membuat sangat sulit untuk membagi waktu bekerja dan belajar.

"Padahal, sistem belajar mandiri benar-benar menuntut saya untuk bisa membagi dan menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Waktu belajar 1-2 jam/ hari harus bisa saya gunakan untuk membaca Modul, mengerjakan soal tutorial online dan memahami subjek yang membutuhkan perhatian lebih” tambahnya.

Namun dengan semangat tinggi, ia menceritakan semua UAS berjalan dengan lancar dan setiap semester ia memperolah nilai yang memuaskan. Untuk saat ini, Niki lulus dengan nilai IPK  3,50 dan sedang menunggu waktu untuk Wisuda di Pondok Cabe Jakarta.

Membuka lapangan kerja sendiri merupakan impian Niki. Ia bercita-cita untuk membuka sebuah lembaga pendidikan & kursus Bahasa Inggris yang berkualitas dengan sistem pembelajaran seperti di luar negeri. Semoga dengan begitu bisa ikut meningkatkan kualitas anak-anak Indonesia. "Dan Insya Allah ini merupakan salah satu cara untuk menerapkan dan mengamalkan ilmu yang saya peroleh selama ini di negeri Singa untuk bangsa dan lingkungan saya” pungkasnya menutup obrolan santai kami. Semoga. (Ismunandar)


View the original article here

Penulis: Unknown Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Ingin / Kerja / Lapangan / sendiri dengan judul "Niki: Saya Ingin Buka Lapangan Kerja Sendiri".http://soal2online.blogspot.com/2014/09/niki-saya-ingin-buka-lapangan-kerja.html.

ARTIKEL TERKAIT: