Friday, September 26, 2014

Penyerahan Sertifikat Warisan Dunia Tari Saman

Jakarta, Kemdikbud – Tari Saman telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 24 November 2011 melalui sidang Intergovernmental Committee ke-6 di Bali. Penetapan ini merupakan bukti pengakuan dunia terhadap tingginya nilai budaya dan makna filosofis yang terkandung dalam setiap gerakan tari Saman.

Pengakuan ini juga sebagai bentuk upaya pelindungan dan pelestarian warisan tersebut sehingga nilai-nilai budayanya dapat dinikmati bagi generasi yang akan datang, baik generasi Indonesia maupun dunia.

Bertepatan dengan pembukaan Pameran Warisan Budaya Dunia Indonesia di Anjungan Aceh, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (25/09/2014), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyerahkan sertifikat UNESCO terkait Warisan Budaya Takbenda, Tari Saman, kepada Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Aceh dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, dalam sambutannya menyatakan bahwa penyerahan sertifikat ini bukan sekadar simbol yang berhenti di meja-meja penandatangan penyerahan, namun mempunyai makna yang sangat dalam. Semua masyarakat Indonesia, khususnya Pemerintah Aceh mempunyai hubungan lahir batin paling dekat dengan tari Saman, mempunyai tanggung jawab untuk perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatannya. “Termasuk mengembangkan dalam arti seluas-luasnya, melalui berbagai macam kreativitas untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Oleh karena itu, Wiendu berharap seluruh masyarakat sama-sama menjaganya dengan baik dan bertanggung jawab agar tari Saman sebagai Warisan Budaya Takbenda terus diakui dunia. “Kita tidak menginginkan pencabutan penetapan terjadi. Ini semacam peringatan dan catatan bagi kita bahwa penyerahan ini memiliki satu tanggung jawab yang besar,” tegas Wiendu.

Sementara itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah, mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya kepada pemerintah yang telah berjuang dan bekerja keras untuk mendapatkan pengakuan dunia terhadap Tari Saman Gayo Lues. Menurutnya, pengakuan ini sebagai cemeti untuk lebih peduli seni budaya lokal, khususnya pengembangan berbagai kesenian yang ada di Aceh seperti juga tari Sedati, tari Rapa’i, dan lain sebagainya. “Kami akan melestarikan semua itu agar tidak lekang ditelan zaman. Karenanya, tiap minggu kami mempunyai festival budaya dan kuliner,” kata Zaini seraya mengundang masyarakat di seluruh Indonesia untuk datang ke Aceh yang aman dan damai. (Arifah)


View the original article here

Penulis: Unknown Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dunia / Penyerahan / Saman / Sertifikat / Warisan dengan judul "Penyerahan Sertifikat Warisan Dunia Tari Saman".http://soal2online.blogspot.com/2014/09/penyerahan-sertifikat-warisan-dunia.html.

ARTIKEL TERKAIT: