Saturday, September 6, 2014

Wamendik Ajak Akademisi dan Tokoh Masyarakat Sumbar Mendiskusikan Kurikulum 2013

Padang, Kemdikbud --- Kurikulum 2013 menjadi isu nasional sejak implementasinya dilakukan di seluruh sekolah dan bertahap. Pro dan kontra tentang kurikulum ini terus bergulir hingga dua bulan implementasi. Hari ini, Sabtu (06/09/2014) Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik) Musliar Kasim berdialog dengan akademisi dan tokoh masyarakat se Sumatera Barat tentang kurikulum ini yang dilakukan di dua tempat, Padang dan Painan.

Dalam dua kesempatan tersebut, Wamendik menjelaskan perjalanan dan isi kurikulum 2013. Mulai dari konsep, pembelajaran, hingga penilaian dijelaskan secara gamblang. Peserta dialog pun antusias mendengar dan memperhatikan penjelasan tersebut. "Saya ingin bapak ibu mendengar langsung penjelasan tentang Kurikulum 2013 ini dari orang yang terlibat langsung dalam perancangannya," kata Wamendik di hadapan 1.000 kepala sekolah se Kabupaten Pesisir Selatan, di Painan, Sabtu (06/09/2014).

Wamendik mengatakan, konsep Kurikulum 2013 dirancang selama dua tahun sebelum diimplementasikan. Untuk kurikulum di SD, jumlah mata pelajarannya dikurangi. Tujuannya, agar siswa dapat belajar ilmu pengetahuan dasar secara utuh dan komprehensif. Dari sepuluh mata pelajaran, dikurangi jadi enam mapel yang dirangkum dalam dua buku. "Anak tidak lagi berat bawa buku ke sekolah, belajarnyapun senang," tuturnya. 

Mata pelajaran untuk SD digabungkan dalam buku tematik. Indonesia, kata dia, adalah negara pertama yang berhasil membuat buku tematik untuk siswa. Dan di dalam kurikulum ini pula, jam belajar di sekolah di tambah 4-6 jam per minggu. Hitungannya, per hari pembelajaran bertambah 1 jam, dengan rincian 1 jam pelajaran adalah 35-45 menit. 

Untuk proses pembelajaran, Wamendik mengatakan Kurikulum 2013 mengajak siswa aktif. Untuk satu tema yang diajarkan akan membutuhkan waktu hingga satu bulan. Ia mencontohkan, di kelas 1 tema pertama adalah "Diriku". Hari pertama masuk sekolah, anak-anak diajarkan cara berkenalan dengan temannya. Setelah itu mereka harus mempraktikkan perkenalan tersebut satu per satu. "Kalau ada 40 anak dalam satu kelas, dua jam pelajaran itu akan kurang rasanya. Karena semua anak mempraktikkan perkenalan tersebut, mereka aktif di kelas," katanya.

Usai mendengar penjelasan yang disampaikan Wamendik, beberapa peserta mengemukakan pandangannya terhadap kurikulum ini. Secara umum, mereka mengapresiasi dan mendukung implementasi yang sedang dilakukan. Kurikulum 2013, katanya, telah menjadi satu kesatuan dengan pendidikan karakter. Salah satu peserta, Samsul Bahri, dari SMA 12 Padang, mengatakan Kurikulum 2013 ini sangat menarik. Meskipun dalam implementasinya, masih akan ada trial dan error. 

Menurutnya, Kurikulum 2013 mendidik anak untuk berpikir sistematis baik komunikasi oral maupun verbal. Selama ini, kata dia, masyarakat cenderung mengemukakan pendapatnya dengan aksi. Jarang sekali yang menumpahkan pikiran-pikirannya dalam tulisan. "Alangkah indahnya indonesia kalau bisa menuliskan isi pikiran dengan runut runtut dan sistematis, dan inilah yang diinginkan di Kurikulum 2013 ini," katanya. (Aline Rogeleonick)


View the original article here

Penulis: Unknown Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Akademisi / Kurikulum / Masyarakat / Mendiskusikan / Sumbar / tokoh / Wamendik dengan judul "Wamendik Ajak Akademisi dan Tokoh Masyarakat Sumbar Mendiskusikan Kurikulum 2013".http://soal2online.blogspot.com/2014/09/wamendik-ajak-akademisi-dan-tokoh_6.html.

ARTIKEL TERKAIT: