Monday, September 15, 2014

Wamendikbud bantah buku hambat implementasi kurikulum

 Keterlambatan Distribusi Buku Pelajaran -- Seorang guru menemani anaknya membeli buku pelajaran di sebuah toko buku di Depok, Jabar, Selasa (2/9). Karena kegiatan belajar mengajar sudah dimulai, sejumlah orang tua terpaksa membeli buku pelajaran untuk anaknya akibat keterlambatan distribusi buku pelajaran di tingkat Sekolah Dasar di Kota Depok. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso) Padang (ANTARA News) - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pendidikan, Musliar Kasim, menegaskan bahwa lambannya distribusi buku Kurikulum 2013 tidak ada hubungannya dengan kesuksesan penerapan kurikulum itu.

"Buku tidak ada hubungannya dengan Kurikulum 2013. Buku dipesan langsung oleh sekolah ke penyedia. Tidak ada sangkut pautnya dengan Kemdikbud," ujar Musliar saat membuka lokakarya Fakultas Pertanian se-Indonesia di Universitas Andalas, Sumatera Barat, Senin.


Pada saat akan dimulai pengadaan buku, sambung dia, Kemdikbud berkonsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).


"Kami menanyakan, bagaimana proses pelelangan yang efesien dan efektif. Mereka menjawab dengan e-procurement. Akhirnya kami menggunakan itu," jelasnya.


Musliar juga membantah bahwa Kemdikbud mendapat keuntungan dari proyek pengadaan buku tersebut.


"Sekolah langsung memesan ke percetakan," tambah dia. Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2014


View the original article here

Penulis: octa vinsu Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori bantah / hambat / Implementasi / Kurikulum / Wamendikbud dengan judul "Wamendikbud bantah buku hambat implementasi kurikulum".http://soal2online.blogspot.com/2014/09/wamendikbud-bantah-buku-hambat.html.

ARTIKEL TERKAIT: