Thursday, September 18, 2014

Yalla Indonesia, Let’s Go Indonesia

Kairo, 17 September 2014-Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Nurfaizi Suwandi membuka resmi “Yalla Indonesia 2014” di JW Marriott, Kairo, Mesir.


“Yalla Indonesia” (Trade Expo, Higher Education Expo & Workshop Culinary Bazaar) merupakan Pameran yang digelar dalam rangka ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 69. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikti, Kemdikbud) menggelar Pameran Pendidikan Tinggi.


Yalla Indonesia berarti Let’s Go Indonesia dalam bahasa Mesir. Perhelatan ini menjadi ajang promosi perdagangan, budaya dan pendidikan tinggi Indonesia. Menurut Dubes Nurfaizi, Mesir merupakan pusat peradaban Timur Tengah. Indonesia pun kini berkembang menjadi pusat peradaban Asia. Harapannya, ajang ini dapat menyatukan persepsi dan makin mendekatkan hubungan kedua negara.


Dubes Nurfaizi berharap masyarakat Indonesia tidak hanya belajar agama di Mesir, tetapi juga bidang-bidang lain. Misalnya kedokteran karena sejak ribuan tahun silam, Mesir telah menjadi pusat peradaban dunia. Terbukti bahwa masyarakat Mesir sejak dahulu telah membangun piramida dan mengawetkan mayat.


“Al-Azhar University Cairo setidaknya memberikan beasiswa 23 Milyar untuk masyarakat Indonesia,” ujar Dubes Nurfaizi. Sebagai negara yang telah berkembang, ia berharap Indonesia pun memberikan beasiswa kepada masyarakat Mesir. Hal ini menjadi salah satu poin yang dibahas dalam Joint Working Group on Higher Education (JWG-HE) antara Indonesia dan Mesir tanggal 18 September 2014.


Dalam JWG, para rektor Perguruan Tinggi (PT) dari Indonesia dan Mesir akan head to head membahas berbagai kemungkinan kerja sama, termasuk komitmen pemberian beasiswa. “Pertanian, perikanan, informasi, teknologi dan kedirgantaraan menjadi perhatian masyarakat Mesir saat ini,” ungkap Dubes Nurfaizi. Ia berharap yakin Indonesia mampu menjadi tujuan masyarakat Mesir untuk melanjutkan pendidikan tinggi.


Menurut Dubes Nurfaizi bahasa masih menjadi kendala utama masyarakat Mesir untuk kuliah di Indonesia. “Bagi mereka, enam bulan terlalu lama jika hanya untuk belajar bahasa saja,” ucap Dubes. Untuk mengatasi masalah ini, Jurusan Bahasa Indonesia telah dibuka di The Suez Canal University dan Cairo University.


Salah satu pengunjung pameran, Saro Yasri tertarik untuk kuliah komunikasi di Indonesia. Perkembangan industri media di Indonesia menjadi magnet bagi calon mahasiswa asing untuk kuliah di Indonesia.


Sedangkan pengunjung lainnya, Mustofa mengungkapkan ketertarikannya untuk kuliah Sastra Inggris di Indonesia. “Biaya kuliah di Indonesia tidak terlalu mahal,” ujar Mustofa. Saat ini, ia masih menempuh pendidikan di Fakultas Tehnik Mesin di salah satu kampus di Mesir.


Selain itu, Kholid Mahmud, siswa menengah atas, ingin sekali kuliah Sastra Jepang di Indonesia. “Di Indonesia banyak sekali kebudayaannya,” ujar Khalid. Kebudayaan Indonesia yang beragam memang menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa asing untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia.


Setidaknya, 16 Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/ Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang turut serta berpartisipasi dalam ajang ini. Antara lain Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Universitas Tadulako (Untad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Bhayangkara (Ubhara), Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang, Universitas Muhammadiyah (UM) Surakarta, Telkom University dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom).


View the original article here

Penulis: octa vinsu Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Indonesia / Yalla dengan judul "Yalla Indonesia, Let’s Go Indonesia".http://soal2online.blogspot.com/2014/09/yalla-indonesia-lets-go-indonesia.html.

ARTIKEL TERKAIT: