Saturday, October 4, 2014

Akses dan Kualitas Tujuan Utama Pelayanan Pendidikan

Jakarta, Kemdikbud --- Jelang pergantian tampuk pemerintahan, sebagian masyarakat mempertanyakan seperti apa kelanjutan program-program pendidikan. Menjawab hal tersebut, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Ibnu Hamad, mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan adalah terjangkaunya pendidikan dengan kualitas yang baik.

Artinya, kata Ibnu, kebutuhan utama adalah peningkatan akses dan mutu. Dan siapapun Menterinya, masyarakat yang dilayani adalah masyarakat pendidikan. “Masyarakat pendidikan yang dimaksud adalah calon peserta didik, peserta didik, orang tua, guru, dan pemangku kepentingan lainnya,” kata Ibnu pada gelar wicara dengan radio KBR 68, di kantor Kemdikbud, Jumat (3/10/2014) pagi.

Beberapa program yang telah dijalankan oleh Kemdikbud dalam meningkatkan akses dan keterjangkauan antara lain, dalam pembiayaan bantuan operasional sekolah (BOS), bantuan siswa miskin (BSM), bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN), dan pendidikan menengah universal (PMU). Sedangkan yang terkait sarana dan prasarana, program rehabilitasi bangunan sekolah dan ruang kelas rusak berat sejak tahun 2012 telah memperbaiki 200.000 ruang kelas.

Di jenjang pendidikan tinggi, guna meningkatkan akses, Kemdikbud telah mendirikan berbagai perguruan tinggi di wilayah perbatasan, menegerikan perguruan tinggi swasta, dan mendirikan akademi komunitas. Target pendirian akademi komunitas (AK) di seluruh wilayah Indonesia adalah satu AK di satu kabupaten/kota.

Sedangkan untuk peningkatan kualitas, program yang telah dilakukan antara lain perbaikan kurikulum, pelatihan guru, dan membuka kesempatan beasiswa bagi guru, dosen, dan masyarakat umum untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Guru yang telah dilatih sudah 1,3 juta orang,” katanya.

Dari program-program yang telah dilaksanakan ini, Ibnu mengatakan, angka partisipasi kasar (APK) pendidikan dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi terus meningkat. Untuk jenjang SD, target APK di tahun 2014 ini adalah 95 persen, dan sudah tercapai. Bahkan di beberapa wilayah, katanya, APK telah melampaui 100 persen. “Kenapa bisa lebih dari 100 persen, salah satunya adalah karena di wilayah tersebut banyak anak-anak yang usianya di bawah tujuh tahun sudah masuk SD,” ucapnya.

Dan untuk pendidikan tinggi, peningkatan APK cukup signifikan. Tahun 2004 APK pendidikan tinggi baru 15 persen. Artinya, dari seluruh masyarakat usia 18-25 tahun hanya 15 persen di antaranya yang mengenyam pendidikan tinggi. Dan di tahun 2014 ini, sudah meningkat hingga 35 persen.

 Ibnu mengatakan, berbagai tantangan yang ada di dunia pendidikan harus dihadapi bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Karena dengan kebijakan otonomi daerah, koordinasi pusat dan daerah harus ditingkatkan. “Dan harapannya, menteri yang akan datang bisa meningkatkan koordinasi tersebut,” katanya. (Aline Rogeleonick)


View the original article here

Penulis: octa vinsu Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Akses / Kualitas / Pelayanan / Pendidikan / Tujuan / utama dengan judul "Akses dan Kualitas Tujuan Utama Pelayanan Pendidikan".http://soal2online.blogspot.com/2014/10/akses-dan-kualitas-tujuan-utama.html.

ARTIKEL TERKAIT: