Friday, October 10, 2014

Stand Indonesia Bahas Warisan Budaya

Frankfurt, Kemdikbud --- Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan (Wamenbud), Wiendu Nuryanti, menilai, masyarakat luar negeri seringkali melihat warisan budaya Indonesia hanya terfokus pada topik-topik tertentu. Misalnya, manusia Jawa, tarian, sosok gadis Bali, adat Tana Toraja, dan sebagainya. Itupun, penulisannya dipengaruhi oleh arsip-arsip peninggalan China, India, Arab, dan Barat.

Pandangan tersebut Wiendu sampaikan dalam makalah berjudul "Preserving Heritage" yang disajikan di stand Indonesia di gelaran Frankfurt Book Fair (FBF), Rabu (08/10/2014). 

Namun kini penulisan tentang Indonesia mulai dilakukan sendiri oleh penulis-penulis asal Indonesia. Kompleksitas dan keragaman Indonesia dalam bidang sastra, seni, musik, tarian, perdagangan, pariwisata ditulis untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional. 

Dengan menjadi tamu kehormatan, Guest of Honour (GoH) pada FBF 2015 mendatang, kata Wiendu, sekaligus juga mendorong kebangkitan literasi di Tanah Air. "Kami harapkan semakin banyak generasi muda Indonesia yang menulis tentang Indonesia," ujarnya.

Wiendu menambahkan, kebangkitan literasi sangat penting. Hal ini mengingat, bangsa dengan literasi yang sangat maju, biasanya berhubungan dengan kemajuan peradaban bangsa itu sendiri. (Ibnu Hamad)


View the original article here

Penulis: octa vinsu Lokasi: Jakarta, Indonesia

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Bahas / Budaya / Indonesia / Stand / Warisan dengan judul "Stand Indonesia Bahas Warisan Budaya".http://soal2online.blogspot.com/2014/10/stand-indonesia-bahas-warisan-budaya.html.

ARTIKEL TERKAIT: